Lompat ke konten

TERKINI

Polisi Selidiki Permohonan JC oleh Danu Terkait Pembunuhan Tragis Ibu-Anak di Subang

Polisi Selidiki Permohonan JC oleh Danu Terkait Pembunuhan Tragis Ibu-Anak di Subang
Wajah Yosep dan Danu, tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang (Foto: Istimewa).

Grinnews.id – M Ramdanu, lebih dikenal dengan nama Danu, telah menjadi sorotan sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang ibu, Tuti (55), dan putrinya, Amalia Mustika Ratu (23), di Jalancagak, Subang.

Usai menyerahkan diri dan mengungkapkan keterlibatannya di depan penyidik Polda Jawa Barat, Danu mengambil langkah selanjutnya dengan mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC).

Kombes Ibrahim Tompo, selaku Kabid Humas Polda Jabar, mengungkapkan bahwa saat ini permohonan JC dari Danu sedang dalam proses pertimbangan.

“Kunci pertimbangan JC adalah kontribusi keterangan yang diberikan oleh tersangka. Dengan informasi yang akurat dari Danu, kami berharap bisa menyelesaikan puzzle kasus pembunuhan ini,” ungkap Ibrahim pada konferensi pers, Kamis (19/10/2023).

Baca Juga :  Petinggi BUMN PT Amarta Karya Nikmati Kemewahan dari Hasil Korupsi Rp 46 Miliar

Terkait kabar yang menyebutkan bahwa Danu mengalami tekanan sebelum memutuskan menjadi JC, Ibrahim memilih untuk tidak memberikan komentar banyak.

“Itu masalah pribadi Danu. Saat ini, prioritas kami adalah memastikan progres penyelidikan berjalan lancar,” tegasnya.

Sementara itu, kelima orang yang teridentifikasi sebagai tersangka dalam kasus ini adalah M Ramdanu atau Danu, yang ternyata adalah keponakan sekaligus sepupu dari korban, Yosep Hidayah – suami dan ayah dari korban, Mimin – istri kedua Yosep, serta dua anak tiri Yosep, Arighi Reksa Pratama dan Abi.

Baca Juga :  Penertiban Sepeda Listrik di Bandung: 15 Unit Diamankan karena Melanggar Aturan

Hingga saat ini, hanya Danu dan Yosep yang telah resmi ditahan oleh Polda Jabar. Semua tersangka dihadapkan pada ancaman hukuman berat, dengan kemungkinan pidana mati berdasarkan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Ibrahim menutup pernyataannya dengan pesan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi yang belum terkonfirmasi. “Kami menghimbau agar publik menahan diri dan menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian,” imbaunya.

Telah terbit : https://www.detik.com/jabar/hukum-dan-kriminal/d-6991356/polisi-pertimbangkan-pengajuan-jc-danu-di-kasus-pembunuhan-tuti-amel