Lompat ke konten

TERKINI

3 Penyebab dan Faktor Risiko Hepatitis C yang Perlu Diketahui

Melakukan prosedur medis dengan menggunakan jarum suntik yang tidak steril adalah salah satu penyebab hepatitis C
Melakukan prosedur medis dengan menggunakan jarum suntik yang tidak steril adalah salah satu penyebab hepatitis C

Grinnews.id – Hepatitis C adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui darah, termasuk melalui transfusi darah atau penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan pada lever atau organ hati. Untuk lebih memahami tentang hepatitis C, mari kita kenali penyebab dan faktor risikonya.

  Penyebab Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) yang menyebar melalui darah penderita. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), beberapa penyebab hepatitis C yang sering ditemui meliputi:

1. Penggunaan Peralatan Medis yang Tidak Steril

Penggunaan peralatan medis yang tidak melalui proses sterilisasi yang baik, terutama jarum suntik, menjadi salah satu cara penularan virus hepatitis C.

2. Donor atau Transfusi Darah Tanpa Skrining Hepatitis C

Transfusi darah atau donor darah yang tidak melalui skrining untuk hepatitis C juga bisa menyebabkan penyebaran virus.

3. Injeksi Obat Menggunakan Jarum Suntik Bergantian

Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan digunakan bergantian dengan orang lain saat melakukan injeksi obat juga merupakan faktor risiko penularan hepatitis C.

Selain itu, hepatitis C juga bisa ditularkan dari ibu hamil ke bayi dan melalui hubungan seksual yang meningkatkan risiko pendarahan, terutama pada hubungan seksual sesama jenis kelamin.

Walaupun risikonya rendah, hal ini tetap perlu diwaspadai. Perlu diingat, hepatitis C tidak ditularkan melalui makanan, minuman, ASI, atau kontak fisik seperti berciuman atau berpelukan dengan penderita hepatitis.

  Faktor Risiko Hepatitis C

Hepatitis C dapat ditularkan dengan mudah bahkan melalui kontak darah dalam jumlah yang sangat kecil. Virus hepatitis C bisa bertahan di permukaan benda yang terkontaminasi darah selama beberapa minggu.

Beberapa faktor risiko hepatitis C yang perlu diwaspadai, seperti yang dilansir oleh Mayo Clinic, antara lain:

– Berprofesi sebagai tenaga kesehatan yang terpapar darah yang terkontaminasi virus hepatitis C.
– Mendapatkan suntikan atau menghirup obat-obatan terlarang.
– Mengidap HIV.
– Melakukan prosedur tato atau tindik dengan jarum yang tidak steril.
– Mendapatkan transfusi darah atau donor organ sebelum tahun 1992.
– Mendapatkan pengobatan clotting factor concentrate untuk hemofilia sebelum tahun 1987.
– Melakukan prosedur hemodialisis dalam jangka waktu yang lama.
– Lahir dari ibu yang mengidap hepatitis C.

Meskipun faktor risiko tersebut meningkatkan kemungkinan terkena hepatitis C, namun risikonya tetap sangat kecil.

Sebagian besar penderita hepatitis C tidak menunjukkan gejala apapun sebelum kondisinya menjadi serius. Oleh karena itu, penting untuk melakukan skrining kesehatan sebagai langkah pencegahan.

Meskipun belum ada vaksin untuk hepatitis C, pengobatan medis yang tepat dapat mengatasi penyakit ini.

Dengan mengetahui penyebab dan faktor risiko hepatitis C, kita dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan diri.

Telah terbit : https://health.kompas.com/read/23G31190000868/3-penyebab-hepatitis-c-dan-faktor-risikonya?